Senin, 15 September 2014

Budidaya Jeruk Keprok Batu 55



Jeruk Keprok Batu 55 (Keprok Punten) adalah salah satu varietas jeruk keprok produktif Indonesia yang dapat memiliki kapasitas produksi 15-25 kg/phn/tahun (dalam pot).
Pada tahun 1985 populasi Keprok Batu 55 terus menurun disebabkan adanya wabah penyakit Citrus Vein Phloem Degeneration (CVPD), populasi Keprok Punten saat itu terus menurun, bahkan hampir punah di sekitar tahun 1992an. Pada tahun yang sama, Loka Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropis Tlekung, Malang, mengamankan plasma nutfah Keprok Punten. Varietas jeruk tersebut dimuliakan dan dibersihkan dari infeksi penyakit CVPD.
Tahun 2000, nama Keprok Punten diusulkan dan diganti menjadi Jeruk Keprok Batu 55 dimana pada kontes jeruk keprok seluruh Indonesia yang berlokasi di Loka Penelitian Jeruk dan Buah Sub Tropis di Tlekung di bulan Juli 2005, jeruk Keprok Batu 55 berhasil menjadi juara nasional. Sejak itulah jeruk Keprok Batu 55 dikenal di seluruh Indonesia dan  diminta oleh Istana Negara untuk jamuan dalam peringatan hari Kemerdekaan RI yang ke-60 dan ke-61.
Jeruk Keprok Batu 55 memiliki rasa buah segar, manis agak masam. Buah berbentuk bulat dengan warna daging buah oranye. Tekstur daging buahnya lunak dengan kandungan gula 11,6 %, asam  0,52 %, air 89,88 % dan vitamin C  32,27 mg/100 g.

Budidaya Jeruk Keprok Batu 55

Jika Anda tertarik untuk mempelajari budidaya tanaman jeruk secara umum, mungkin link ini dapat membantu Anda

Jeruk Keprok Batu 55 Menyukai Fermented Cow manure

Seperti tanaman jeruk pada umumnya, tanaman jeruk Keprok Batu 55 juga menyukai tanah yang kaya dengan kandungan bahan organik. Suatu penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan pengembangan Hortikultura, Loka Penelitian Tanaman Jeruk dan Hortikultura Subtropik Tlekung, Batu - Malang menujukkan hasil bahwa penggunaan 200 ml/tanaman hasil fermentasi pukan sapi (fermented cow manure) dengan interval perlakuan aplikasi  7 hari sekali ternyata mampu meningkatkan pertumbuhan bibit jeruk keprok Batu 55 lebih baik dibanding penggunaan pupuk kimia NPK (15:15:15).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar