Bawang putih Varietas
Sangga Sembalun merupakan sumber daya genetik asli Sembalun yang hingga kini
masih diusahakan sebagai salah satu pilihan dalam agribisnis tanaman
sayuran didataran tinggi Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok
Timur. Meskipun areal tanam tidak seluas pada masa kejayaanya dulu era
tahun 80’ an), usaha agribisnis bawang putih di Kecamatan Sembalun memiliki
areal tanam terluas di Indonesia. Pada tahun 2014 ini areal tanam bawang putih
di Sembalun dan sekitarnya mencapai hampir 100 ha.
Dari hasil inventarisasi
masalah yang dilakukan Tim Pendamping Program Pendampingan Kawasan Agribisnis
Hortikultura (PKAH), salah satu masalah yang dihadapi petani adalah produktivitas
usahatani bawang putih yang semakin menurun. Setelah dilakukan observasi
lapangan, penyebab penurunan produktivitas ini adalah tercampurnya bibit yang
dipergunakan oleh petani. Hal ini nampak nyata di lapangan dimana
pertumbuhan morfologi tanaman yang beragam.
Melalui program PKAH, BPTP
NTB melakukan pendampingan Pemurnian Varietas Sangga, yang dimulai pada
(07/7/2014).
Petani mendapatkan
pendampingan bagaimana proses membuat bibit yang baik dengan cara
penerapan inovasi budadiya tanaman, pengajuan pendaftaran sertifikasi benih ke
BPSB dan seleksi tanaman. Agar kegiatan ini dapat diadopsi oleh para
stakeholder, maka sebagai rangkaian kegiatan Pemurnian Varietas juga dilakukan
kegiatan Temu Lapang. Selain untuk menginisiasi terbentuknya penangkar baru
untuk benih bawang putih, temu lapang juga sekaligus dimaksudkan untuk
mensosialisasikan kepada petani agar dapat melakukan seleksi tanaman sendiri
untuk mendapatkan benih bermutu produksi sendiri.
Temu lapang Pemurnian
Varietas Sangga dilakukan pada lahan petani yang tergabung pada Kelompok Tani
Mangkubumi, di Dusun Berugak Mujur, Desa Sembalun Timba Gading, Rabu
(8/10/2014) menghadirkan 40 orang petani bawang putih, para penyuluh dan
petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) di Kecamatan Sembalun,
Kepala Desa setempat, Kepala UPP (Unit Pertanian dan Penyuluhan) Kecamatan
Sembalun, serta dari BPSB Provinsi NTB sebagai nara sumber utama. Dalam
pengantarnya Kepala BPTP NTB yang diwakili oleh Ir. Muji Rahayu, M.Si
menyampaikan pentingnya penggunaan benih bermutu dalam usahatani bawang putih.
Dijelaskan bahwa benih bermutu bisa didapat dari penangkar setempat atau
diproduksi sendiri oleh petani, yang tentunya tidak bisa diperjual belikan dan
hanya untuk ditanam sendiri. Oleh karenanya seleksi tanaman di lapangan
merupakan hal yang sangat penting untuk memproduksi benih bermutu. Muji
Rahayu juga mengharapkan kepada petani untuk melakukan konsultasi lebih
lanjut dengan BPSB-TPH terkait proses sertifikasi.
Sedangkan Ir. Suwardi
Kepala Bidang Sertifikasi dan Pemasaran BPSB-TPH NTB dalam sambutan selanjutnya
menyampaikan bahwa plot seluas 0,08 ha untuk pemurnian bawang putih ini sangat
bagus penampilannya sehingga secara fisik sangat layak untuk disertifikasi
sebagai benih dasar.
Acara temu lapang
dilanjutkan dengan proses seleksi benih yang diawali oleh perwakilan BPSB-TPH,
BPTP NTB, Penyuluh Pertanian Sembalun dan diikuti oleh anggota Kelompok Tani
Putra Mangkubumi. Dalam waktu yang relative cepat, petak tanaman bebas dari
varietas lainnya sehingga kemurnian varietas Sangga dapat diterima.
“Permohonan sertifikasi benih ke BPSB-TPH sudah diajukan sebelum dilakukan
penanaman. Dan sekarang ditindak lanjuti oleh BPSP-TPH dengan melihat
keadaan benih di lapangan untuk dilakukan proses seleksi dan pemurnian.
Selanjutnya akan dibuat sertifikasi kompetensi sehingga keluar benih yang
berlabel”, ungkap Ir Suwardi, pada akhir kata sambutannya.
Di akhir acara dilakukan
temu wicara dan diskusi yang dipandu oleh Kepala Unit Penyuluhan Pertanian
(UPP) Kecamatan Sembalun. Dalam temu wicara banyak pertanyaan oleh petani
terkait cara mengetahui bibit yang baik, proses penyimpanan, dan cara
memotivasi petani agar kembali menanam bawang putih.
(UPP Kecamatan Sembalun)
sudah banyak tulisan mas fathur, tolong masukan kegiatan KIM kemarin dong...trima kasih.
BalasHapusminta data analisa usahatani bw.putih di Sembalun pk.Fat
BalasHapus